Rabu, 13 Maret 2013

Guten Abend, Hitler (Selamat Malam, Hitler)


'Geli, Pflegen Sie Ihr Haar, wir in die Innenstadt gehen, gibt es ein wunderschönes Theater spielte dort '

malam menemukanmu, matamu menyala-nyala memandangnya
dari dadamu ada yang kau ambil, hati tiada tara 
kenapa kau mesti ada ketika negaraku kalah
ambillah, tinggal ini yang ku punya.
kau mengucapkannya berlaki-laki

vienna, kota yang sangat indah
tempat yang melembutkan suaramu kepada Geli Raubal waktu itu
aku anggap saja sebagai kekalahan keduamu, setelah negaramu

guten abend, Hitler
(2013)

Ilmu Manusia atau Ilmu Sosial


Non-eksakta, istilah yang akhir-akhir ini saya benci. istilah yang dioposisi binerkan dengan eksakta a.k.a ilmu pasti, jika saya sandingkan kedua istilah ini saya merasa kecenderungan istilah eksakta lebih superior daripada istilah yang saya benci tadi. kata non disini yang menurutku menjadi masalah. yah memang,'non-eksakta' berarti bukan eksakta, bukan ilmu pasti, sama seperti istilah lain yang juga tersisipi kata non seperti non-job, non-reguler, dll. saya merasa kata non sangat terasa nuansa konotatif, negatif, tak unggul, payah dan apapun namanya.

fenomena ini sangat terasa di institusi pendidikan, apa lagi pada pembagian konsentrasi keilmuan ketika SMA, para siswa berbondong-bondong memilih IPA (eksakta) yang mempersepsikan jurusan IPS dan Bahasa (non-eksakta)  adalah sebuah kutukan.  diskriminasi keilmuan ini kembali lagi terjadi ketika ingin menempuh ke jenjang perguruan tinggi,  calon mahasiswa eksakta boleh memilih jurusan non-eksakta sedangkan orang non-eksakta, mohon maaf.

kurang lebihnya, jika kedua ilmu ini dikomparasikan :
eksakta itu menghitung nilai-nilai pasti sedangkan kami menghitung nilai-nilai manusia.
eksakta itu menemukan rumus luas dan masa jenis sedangkan kami menemukan rumus kesantunan dan keindahan.

sekali lagi, saya tidak suka disebut dengan orang non-eksakta karena kata non yang membuat masalah
bilang saja ilmu manusia atau ilmu sosial dan terserah dengan istilah eksakta

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

'1998'

Foto ini digambar oleh anak saya yang berusia enam setengah. cerita  sebelum gambar ini jadi, ia tampak bosan menunggu di lobi sebuah bank l...

Followers