Kamis, 03 Maret 2011

Let rain erase your loneliness

Saya mulai tulisan ini dengan ucapan-ucapan hujan kemarin, tiga hari berturut-turut berbicara tanpa henti, berbisik, kadang terbata-bata , "tik...tik...tik.." dan hari ini hampir beberapa jam ia menghilang dari jarak pandang. kehilangan pasti ada, rasa lain-lain dalam hati muncul satu persatu dan sekarang saya harus menampungnya didalam kamar, menemani diri menghabiskan malam.

("tik...tik..tik..." suara itu apakah menandakan kau telah memenuhi undanganku, kalau itu memang adalah kau, sebentar lagi orang-orang akan menghujatmu di status facebook,tweeter, warung kopi, halte dan tak usah datang pada mereka yang tak menyukaimu. "tik...tik..tik..." dan jalan-jalan menjadi sungai, kendaraan berjalan pelan-pelan, saudara disana menggulung celana, menggunakan payung agar menghindari seranganmu, "tik...tik..tik..." semakin deras, semakin kau tunjukan rasa rindumu padaku, kau semakin kuat melawan rinduku yang berat. "tik...tik..tik..." )






Jumat, 25 Februari 2011

Magolla'


Saya melihat kau sedang berpikir banyak, sebanyak kerutan didahimu. apakah mereka-meraka itu sangat kuat? setangguh apa daya mereka sehingga membuatmu tertunduk lesu? keluarlah dahulu,teman. di kursi itu, kamu kelihatan tak berdaya. saya merasa sedih melihat keadaanmu seperti ini, tinggalkanlah dulu peraduanmu. coba lihat dibalik jendela kaca itu, disana ada hutan yang rimbun juga gunung yang tambun, tinggi menjulang menembus megah-megah tebal. olahlah raga dan otakmu di puncak sana, simaklah betapa merdu suara alam ini dan dekap erat ia di telingamu, kau akan tertidur pulas diatas rerumputan kering dan dibangunkan oleh sinar matahari yang mengecup hangat keningmu di pagi nanti kemudian barisan burung camar datang mengucapkan beribu salam kepadamu seolah-oleh kau ibarat sahabat mereka yang lama tak bersua.
keluarlah diluar sana,teman. disitu kau tampak seusia dengan kursi tua itu. penuhilah panggilan alam sana yang menemanimu memecahkan kerasnya pikiranmu sekarang. bangkitlah teman, beranilah menemui alam namun sebelum kau beranjak, habisilah dahulu sisa kopi didalam cangkir itu kemudian hisaplah dalam-dalam kretekmu, kepulkan pelan-pelan dan dengan menyebut nama Tuhan, LAWAN.

Rabu, 19 Januari 2011

Kamar


kamar ini tak begitu besar dan tak sekecil lapangan bola kaki tapi sangat puas rasanya menaruh kesedihan bila kita ditinggalkan oleh malam. didalamnya, saya menyimpan kaca yang besar, disitulah saya melihat tubuhku telanjang dan berbicara padanya tentang kebutuhan apa saja yang belum ia terima hari ini dariku, saya sering melupakan jerawat telah tumbuh diatas dahi, saya hanya ingin terlihat gagah di mata alam.

Senin, 17 Januari 2011

Bijak


Ayam diluar sudah berkokok, itu menandakan berkurang lagi usia saya di dunia ini. saya selalu merindukan datangnya masa lalu disaat sekarang, kurang lebih saya bisa memperbaiki atau mengoreksi sikap supaya nantinya perjumpaanku dengan orang-orang masa depan bisa terlihat sopan.
saya masih muda dalam bilangan usia manusia, belum ada keriput, ompong atau uban di fisik saya, ciri-ciri pikunpun belum nampak alias masih kinclong dan pelayaran usia ini mempengaruhi banyak dimensi kehidupan salah satunya pemikiran.

Shubuh ini, saya langsung kepikiran dengan pembicaraan antara saya dan mama di telepon pagi tadi. kalimatnya mengalir sangat lamban, perlahan namun membuat hati ini tak mampu menahan kerinduan, beliau seperti bung karno membacakan pidato agar rakyat indonesia tetap dan terus berjuang, beliau menasehati saya untuk mengurusi segala urusan akademis supaya lekas menuju jenjang selanjutnya dengan intonasi yang pas dan mantap, sekarang masalahnya ada pada "kata-kata emas" mama, sungguh saya tak bisa bayangkan darimana kalimat itu beliau cabut dan menanamkan di hati saya?

Ayam diluar berkokok lagi dan itu tandanya saya harus terus berdoa dan berusaha agar nantinya bisa mengaminkan harapan-harapan bapak dan mama,
semakin bertambahnya usia, kita harus juga semakin bijak, bro

Hilang


serasa kembali lagi terlahir, waktu yang hampir shubuh ini saya berhasil membuka kembali pintu kamar saya, kemarin kuncinya raib entah terjatuh atau bersembunyi di laci lemari tetangga sebelah. perasaan saya kemarin sangat hilang, seperti keadaan cuaca sekarang dimana saya kehilangan matahari di musim hujan.

saya teringat ketika ingusan dulu, saya pasti menangis dan berteriak sekuat-kuatnya jika saya merasa hilang atau kehilangan, waktu itu saya mengikuti lomba tarik tambang tingkat taman kanak-kanak di sebuah lapangan taman kota, saya merasa asing dengan keadaan sekeliling sebab tempat itu tak pernah saya kunjungi, wajah-wajah yang ada disekeliling sayapun semuanya serba baru,

Senin, 17 Mei 2010

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

'1998'

Foto ini digambar oleh anak saya yang berusia enam setengah. cerita  sebelum gambar ini jadi, ia tampak bosan menunggu di lobi sebuah bank l...

Followers